Tips dan Trik Aman Bertransaksi Digital

SHARE

Perkembangan teknologi digital saat ini, semakin meroket seiring dengan mewabahnya pandemi virus Covid-19. Berbagai layanan digital bukan lagi menjadi hal yang baru bagi masyarakat, mulai dari belanja online hingga perbankan. Peningkatan transaksi digital membuat masyarakat lebih mengandalkan tren pembayaran digital, hingga lupa bahaya apa yang akan mengintai dibalik kemudahan semua itu.

Arti dari transaki digital sendiri adalah pembayaran yang dilakukan secara non-tunai, atau tanpa menggunakan uang fisik (cashless). Banyak media transaksi digital saat ini seperti Mobile Banking, link aja, dana, gopay, ovo, shopeePay dan media lainnya yang menyediakan layanan pembayaran hanya dengan menggunakan aplikasi yang terhubung ke internet.

Adapun yang menyebabkan semakin maraknya transaksi secara elektronik atau digital adalah karena dari pemerintah sendiri sudah sangat mendukung transaksi digital ini. Ditandai dengan adanya 5 langkah percepatan transformasi digital yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo, salah satunya yaitu mempersiapkan roadmap transformasi digital di sektor-sektor strategis diantaranya perdagangan dan industri.

Selain itu, dengan transaksi digital masyarakat dimanjakan dengan banyaknya kemudahan praktis, seperti tidak perlu membawa uang cash yang pastinya memberikan keamanan secara fisik, banyaknya promo yang diberikan, transaksi cepat dan produk-produk yang ditawarkan lebih lengkap.

Tapi dibalik kenyamanan dan kemudahan yang diberikan, tentunya ada banyak sekali celah yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk mencurangi para pengguna transaksi elektronik.

Mengatasi masalah keamanan bertransaksi digital, berikut tips dan trik yang bisa dicoba:
1. Menjaga kerahasiaan akun
Setiap aplikasi ataupun media transaksi digital, mewajibkan penggunanya untuk membuat akun yang terdiri dari username dan password yang dibutuhkan saat login.

Jangan berikan username dan password akun ini kepada siapapun dan jangan pernah menuliskan username dan password dimanapun. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan digital, untuk membobol akun dan memanfaatkan informasi yang ada didalamnya sehingga akan menimbulkan kerugian bagi pengguna.

2. Jangan memberikan kode OTP kepada siapapun
Kode OTP (On Time Password) merupakan sebuah kode yang bersifat sementara, dimana biasanya kode ini akan diberikan ketika akan melakukan login pada aplikasi. Beberapa pelaku kejahatan memanfaatkan kode OTP ini untuk mengelabui pengguna, melalui telepon ataupun undian berhadiah yang meminta untuk memberikan kode OTP.

Maka dari itu jika ada kode OTP yang masuk melalui SMS ataupun aplikasi lainnya tanpa diminta, wajib dicurigai bahwa ada orang yang mau membobol akun yang dimiliki.

3. Mengganti pin atau password secara berkala dan gunakan password yang kuat

Setiap akun yang digunakan untuk bertransaksi digital, pastinya memiliki password dan pin, password ini harus diganti secara berkala. Hal ini dimaksudkan untuk mempersulit penyerang ataupun pelaku kejahatan dalam menebak password yang digunakan.

Dengan mengganti password secara berkala, maka akan membuat akun lebih aman. Selain itu dalam membuat password, gunakan password yang kuat. Caranya dengan memanfaatkan kombinasi antara huruf besar dan huruf kecil, serta menggunakan simbol ataupun tanda baca. Hal ini dimaksudkan agar password yang dibuat memiliki tingkat keamanan yang tinggi dan tidak mudah ditebak oleh penyerang.

4. Hati hati dalam menginstal aplikasi
Jangan menginstal aplikasi yang berada diluar penyelenggara resmi seperti playstore untuk android atau appstore untuk iphone. Banyak aplikasi yang tidak resmi yang disalurkan menggunakan media ilegal.

Biasanya aplikasi seperti ini sudah disusupi ataupun ditanami sebuah program yang dapat mencuri data pribadi yang ada di ponsel. Selain itu, ketika berselancar di dunia maya, jangan kunjungi situs situs berbahaya karena biasanya di dalam situs tersebut banyak sekali program yang berbahaya yang dapat mencuri data pribadi.

5. Mengaktifkan notifikasi transasksi

Hal ini dipergunakan agar mengetahui adanya transaksi yang dilakukan tanpa sepengetahuan pengguna. Biasanya, setiap aplikasi yang digunakan untuk melakukan transaksi digital memiliki fitur notifikasi yaitu memberitahukan kepada pengguna apabila ada transaksi yang dilakukan. Jika menemukan notifikasi mencurigakan, sebaiknya segera mengganti password yang kuat untuk mengamankan akun.

6.  Jangan mudah percaya dan selalu tanamkan rasa curiga dengan informasi yang mencurigakan
Maraknya link phising yang sering disebarkan oleh teman atau kerabat, membuat rasa kepercayaan menjadi memudar. Apalagi yang membagikan link tersebut adalah orang yang sangat dipercaya dan dikenal.

Namun, jangan asal mengklik link yang dibagikan tersebut, bisa jadi link tersebut merupakan link yang dimanfaatkan oleh penyerang untuk mencuri data transaksi akun.(LAG)