BMKG Catat Kualitas Udara DKI Jakarta Pagi Ini Tidak Sehat

SHARE

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Kemayoran Jakarta mencatat konsentrasi partikel udara di bawah 2,5 mikron atau PM2.5 berada di atas 80 µg/m3 pada pukul 08.00-09.00 WIB, hari ini Jumat, 24 Juni 2022. Nilai itu mengartikan bahwa udara di DKI Jakarta tidak sehat.

Perban Nomor 2 Tahun 2022 tentang Penyediaan dan Penyebaran Informasi Kualitas Udara mengatur terkait pewarnaan dan rentang konsentrasi per jam PM2.5. Di aturan itu dijelaskan rentang nilai 0-15 µg/m3 artinya ‘Baik’; 16-65 µg/m3 ‘Sedang’; 66-150 µg/m3 ‘Tidak Sehat’; 151-250 µg/m3 ‘Sangat Tidak Sehat’; dan lebih dari 250 µg/m3 kategori ‘Berbahaya’.

“Menurunnya kualitas udara di wilayah Jakarta dan sekitarnya disebabkan oleh kombinasi antara sumber emisi dari kontributor polusi udara. Dan faktor meteorologi yang kondusif untuk menyebabkan terakumulasinya konsentrasi PM2.5,” ujar Pelaksana Tugas Deputi Bidang Klimatologi Urip Haryoko lewat keterangan tertulis pada Jumat, 24 Juni 2022.

PM2.5 merupakan salah satu polutan udara dalam wujud partikel dengan ukuran yang sangat kecil, yaitu tidak lebih dari 2,5 mikrometer. Karena ukurannya yang sangat kecil, PM2.5 dapat dengan mudah masuk ke dalam sistem pernapasan dan dapat menyebabkan gangguan infeksi saluran pernapasan serta gangguan pada paru-paru dalam jangka waktu yang panjang. 

Selain itu, PM2.5 dapat menembus jaringan peredaran darah dan terbawa oleh darah ke seluruh tubuh yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner. “Hasil pantauan konsentrasi PM2.5 di BMKG Kemayoran Jakarta menunjukkan bahwa sepanjang bulan Juni 2022 ini konsentrasi rata-rata PM2.5 berada pada level 49.07 µg/m3,” tutur dia.

Menurut Urip, konsentrasi PM2.5 memperlihatkan pola diurnal yang mengindikasikan perbedaan pola antara siang dan malam hari. Konsentrasi PM2.5 cenderung mengalami peningkatan pada waktu dini hari hingga pagi dan menurun di siang hingga sore hari. “Khusus pada beberapa hari terakhir PM2.5 mengalami lonjakan peningkatan konsentrasi dan tertinggi berada pada level 148 µg/m3 pada tanggal 15 Juni 2022,” katanya.

Tingginya konsentrasi PM2.5, dibandingkan hari-hari sebelumnya juga dapat terlihat saat kondisi udara di DKI Jakarta secara kasat mata terlihat cukup pekat atau gelap. Pada 16-17 Juni konsentrasi PM2.5 cenderung turun dibandingkan 15 Juni saat terjadi konsentrasi yang cukup tinggi. Dan kenaikan konsentrasi PM2.5 terjadi pada 18 Juni hingga mencapai 147,5 µg/m3.